Terobosan Ujian Berbasis Jaringan Komputer

Ujian nasional mulai dijereng pagi ini. Maka, serba-serbi dan tiap hal tentang ujian nasional laris jadi berita seharian. Diwartakan, sejak tahun ini, Kementrian Pendidikan menggulirkan hal baru terkait ujian. Ujian berbasis komputer jaringan, begitu Menteri Anies menyebut. Untuk bisa menyelenggarakan ujian berbasis komputer ini, sekolah kudu memenuhi kualifikasi-kualifikasi tertentu. Satu diantara yang pasti, kesediaan perangkat komputer itu sendiri.

Selain soal ujian lewat media komputer, ujian tahun ini, juga ditegaskan menteri Anies tak lagi menjadi penentu bagi kelulusan siswa. Ujian lebih memiliki fungsi sebagai tolak ukur keberhasilan belajar. Juga, sebagai pemetaan kemampuan siswa ketika hendak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Kedengarannya ini bagus bukan. Jika mendengar ini, semestinya ujian tak lagi dianggap sebagai momok.

“ Kamu itu InsyaAllah pasti lulus nak, tinggal apakah kamu akan lulus dengan nilai terbaik atau biasa-biasa aja, dan apa kamu memang rela kalau mendapat yang biasa-biasa saja itu, semua bergantung dari usahamu” rasanya, kalimat ini yang mestinya di dengungkan guru di telinga-telinga anak didiknya. Setidaknya mulai tahun ini.

Jangan lagi, ujian diimajinasikan sebagai pertarungan hidup atau mati. “Kamu harus belajar sungguh-sungguh biar lulus, kamu tentu tak mau jika tak lulus kan ? “.  Kalimat seperti ini sepatutnya mulai ditinggalkan.

Angin segar sepertinya sedang kencang meniupi ujian nasional. Secercah harapan tengah menyembul di tengah pendidikan kita. Semoga dugaan ini benar. Kedepan, semoga muncul beriringan terobosan serupa. Terobosan yang berdasar ketulusan mengurai pendidikan tanah air yang kusut benar.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *