Porsema Kebumen, Sepenggal Kisah ..

Ikut serta sebagai official kontingen Wonosobo di Porsema dan OSNU 2015, membawa banyak pengalaman tersendiri. Inilah kali pertama saya benar-benar menjejak kaki di Kebumen. Tak hanya sekedar lewat atau berwisata sesaat. Lebih kurang 4 hari dari 28 Mei sampai 1 Juni, saya hilir mudik di kota ini. Menghirupi udaranya, meneguk  airnya, menikmati makanannya, hawa hangatnya, juga merasai benar semilir dakwah  Nahdliyyin Nahdliyyat di kota ini.

Begitu tiba di Kebumen, saya terheran-heran kala tahu, di Kebumen tidak kurang berdiri 9 SMK Ma’arif. Ada Institut Agama Islam NU (IAINU), ada juga UMNU. Luar biasa. Layar dakwah NU di kota ini terkembang pesat. Lembaga-lembaga pendidikan NU di kota ini menjamur bak cendawan di musim hujan.

Sepanjang penyelenggaraan Porsema dan OSNU 2015, Kontingen Wonosobo bersama lima kontingen kabupaten lain bermukim di SMK Ma’arif 1 Kebumen. Disitulah saya merasa  bangga. Melihat lembaga pendidikan Ma’arif yang berdiri megah. Luas. Kokoh.  Juga berkualitas, SMK Ma’arif 1 Kebumen sudah meraih titel sebagai sekolah rujukan.

Tak Cuma itu, SMK Ma’arif 1 Kebumen juga menyediakan asrama Pesantren bagi siswanya. Asrama Pesantren berada satu lokasi dengan sekolah. Kedua bangunan pesantren dan sekolah berdampingan. Selama berada disana, saya memang melihat beberapa aktivitas santri. Kebetulan kamar penginapan rombongan saya tepat di sebelah kamar santri putra. Bahkan, sebenarnya kamar saya pun adalah kamar para santri. Hal Ini bisa dilihat dari keberadaan lemari santri di kamar saya. Juga tempelan pengumuman di dinding kamar.

Sepintas baca, Pesantren di SMK Ma’arif 1 ini bernama Pesantren An-Nahdlah. Nama yang NU benar. Tulen seratus persen. Secara bahasa An-Nahdlah semakna dengan kebangkitan atau kebangunan. Pesantren An Nahdlah menerapkan program dwi bahasa. Dalam kesehariannya, santri di Pesantren ini dibiasakan untuk bercakap dengan bahasa Arab dan Inggris. Selama berada di SMK 1, saya memang melihat mereka, santri-santri An Nadhlah. Kebetulan, kamar penginapan kontingen Wonosobo berdampingan dengan kamar santri. Sayangnya, saya tak sempat membuka obrolan dengan mereka.

SMK Ma’arif 1 Kebumen terletak di tengah kota. Posisi SMK Ma’arif 1 terbilang strategis. Aksesnya langsung berhadapan dengan jalan raya. Toko-toko besar, termasuk supermarket ‘Jadi Baru’ berdiri tak jauh dari gedung SMK. Khusus ‘Jadi Baru’, saya tertarik untuk menceritakan supermarket ini. Ada hal menarik tentang supermarket ini. Sepenglihatan saya, rata-rata karyawan di supermarket ini perempuan. Semuanya berjilbab rapi.  Mereka memang mengenakan jilbab atau hijab dalam kesehariannya. Tak seperti di tempat lain yang ‘momen- momenan’.  Semua karyawati Jadi Baru memakai pakaian yang sopan. Usut punya usut, dari cerita Pak Mun, saya kemudian tahu jika pemilik Jadi Baru adalah seorang muslim. Masih kata Pak Mun, tiap sepekan di area parkir Jadi Baru digunakan untuk pengajian. Hmm, luar biasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *