Mengenal Lebih Dekat Metode Tilawati

Diklat Metode Tilawati 2017 di Pesantren Nurul Falah Surabaya
Diklat Standarisasi Guru Al Qur’an Metode Tilawati 2017 di Pesantren Nurul Falah Surabaya

Secara bahasa tilawati berarti bacaanku. Nama yang berarti doa para penyusunnya. Para penyusun Tilawati senantiasa berdoa agar umat Islam menjadikan Al Qur’an sebagai bacaan pertama dan utama.

Tilawati merupakan metode belajar Al Qur’an yang disusun oleh 4 orang guru Al Qur’an dan motor penggerak gerakan TK-TP Al Qur’an Jawa Timur. Yakni, KH. Masrur Masyhud, S.Ag, KH. Thohir Al Aly, M.Ag, KH. Drs. H. Hasan Sadzili, dan Drs. H. Ali Muaffa.

Tilawati menambah kaya metode belajar Al Qur’an di nusantara. Sebelumnya, telah berkembang ragam metode, seperti Qiroati, BBM, Ummi, Jet Tempur, Iqro’,  Baghdadiyah dan lainnya.

Melimpahnya metode ini jelas harus disyukuri. Ada banyak pakar dan ‘alim yang amat konsen dan peduli pada pembelajaran Al Qur’an. Kepedulian ini melahirkan metode demi metode.

 Sudah barang tentu, tiap metode memiliki sisi lebih dan kurang. Juga ciri khas tersendiri. Akan halnya Tilawati, metode ini kekhasan, antara lain lewat pendekatan pembelajarannya.

Tilawati menerapkan metode klasikal dan baca simak dalam pembelajaran. Pembelajaran dilakukan dalam 2 tahapan. Pertama teknik klasikal menggunakan alat peraga. Kedua baca simak dengan buku jilid.

Dalam buku strategi pembelajaran Al Qur’an metode Tilawati, disebutkan beberapa ciri pembelajaran tilawati.

  1. Pendekatan pembelajaran seimbang antara pembiasaan melalui metode klasikal dan kebenaran membaca melalui pendekatan individual dengan teknik baca simak
  2. Penggunaan lagu rost sebagai lagu standart pembelajaran
  3. Pendekatan klasikal menggunakan 3 teknik pembelajaran. Yakni, teknik 1, guru membaca santri/siswa mendengarkan. Tekik 2, guru membaca santri menirukan. Teknik 3 guru dan santri membaca bersama-sama.
  4. Alokasi waktu penerapan klasikal 15 menit. Alokasi baca simak 30 menit.
  5. Kenaikan halaman buku tilawati dilakukan bersama-sama dalam satu kelas, bila santri lancar dalam satu kelas mencapai angka 70 persen.
  6. Satu jilid buku diselesaikan dalam waktu 60 kali pertemuan. Dengan standart tatap muka tiap minggu 5 kali.

Tentu masih banyak kekhasan Tilawati, catatan ini sekadar cuplikan. Oh ya, jika tertarik mendalami Tilawati, silakan hubungi cabang atau KPA tilawati di kabupaten sahabat.

Atau bisa juga mengubungi pusat Tilawati untuk langsung belajar disana, di Pesantren Al Qur’an Nurul Falah Surabaya. Jl. Ketintang Timur PTT VB Surabaya. Telp. 031-8281278/8299997.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *