Kotak ‘Tawa’

Selain memakai kotak ‘kebaikan’, kotak tawa bisa jadi alternatif untuk membuka kelas.  Kotak tawa, apa itu ?

Hampir sama dengan kotak ‘kebaikan’. Perbedaan ada pada isi kotak. Disebut kotak ‘tawa’, sebab potongan kertas dalam kotak berisi banyak tebakan atau teka-teki. Tebakan yang bisa mengundang tawa seisi kelas.

Dari mana peroleh soal tebakannya ?. Pertama, guru bisa cari di internet atau buku tebakan. Tulis tebakan dalam kertas yang sudah disiapkan.

Atau, biar suasana lebih meriah. Bagikan tiap potongan kertas pada siswa. Minta masing-masing siswa menulis satu tebakan beserta jawaban. Cantumkan pula nama terang penulis tebakan.

Kumpulkan tebakan dari siswa, seleksi. Tebakan terpilih masukan di kotak ‘tawa’.

Kenapa Tertawa ?

Pertanyaan menggelitik agaknya muncul, kenapa sebelum belajar, siswa diajak tertawa. Ilmiah jawabnya. Dr. Ellen Weber, CEO Multiple Intellegences Teaching Approaches (MITA), seperti dikutip Munif Chatib dalam ‘Gurunya Manusia’ menyebut, tertawa menjadi satu diantara cara mencapai zona alfa.

Zona alfa adalah zona paling kreatif dari otak seseorang. Kondisi ini disebut jadi keadaan terbaik untuk belajar, sebab neuron (sel saraf), tengah berda dalam keadaan seimbang.

Masih kata Dr. Ellen Weber, ketika seorang tertawa karena hal lucu, kadar hormon endorfin dalam tubuh manusia ternyata meningkat. Hormon endorfin adalah hormon yang bertugas mengurangi rasa capai, cemas, dan membawa seorang dalam rasa bahagia.

Seorang yang diliputi bahagia tentu lebih mudah mempelajari sesuatu, dibanding seorang yang sedang gelisah dan sedih bukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *