Kesan Mendalam di Nurul Falah

Foto Bersama Peserta Diklat dengan Ketua Yayasan, Pengasuh dan Ustad

Foto Peserta Diklat  dengan Ketua Yayasan, Pengasuh dan Ustad Pesantren Nurul Falah

Saya mengucap syukur mendapati kesempatan ngaji tilawati di Pesantren  Al Qur’an Nurul Falah Surabaya.

Sekira pukul tiga sore, kereta kami transit di stasiun Wonokromo Surabaya. Kami memilih turun lebih awal. Menyalahi tiket di tangan bercetak tujuan akhir stasiun Gubeng. Letak Wonokromo yang lebih dekat ke Pesantren Nurul Falah jadi alasan.

Keluar dari stasiun, pengemudi ojek dan betor (becak motor) menyemuti kami. Pertanyaan dan tawaran melontar tanpa ampun. Tak tahan, saya langsung mengiyakan. Usai bersepakat harga, pengemudi ojek menarik gas, mengantar kami ke Nurul Falah.

Sore itu, dan pastinya sama dengan sore kemarin kemarinya, jalanan Surabaya padat merayap. Namanya juga kota besar. Kendaraan bejubel. Roda 4, roda 2 saling berebut jalan. Termasuk ojek yang saya dan Kang Subhan tumpangi. Ojek kami tanpa ragu menembus sesaknya jalan raya. Salip kanan-kiri.

Sekira beberapa menit, kami tiba di jalan Ketintang Timur PTT 5B. Tepat di depan tujuan kami. Pesantren Al Qur’an Nurul Falah. Kami disambut seorang ustadzah. Tanpa lama, Ustadzah –yang hingga kini saya belum tahu namanya itu –menunjuki tempat menginap kami. “di lantai 2” kata ustadzah.

Gedung Pesantren Nurul Falah tersusun 2 lantai. Di lantai 2, ada mushola, auditorium, kamar mandi dan 2 ruang lain.

Saya dan Kang Subhan menaiki anak tangga. Sampai di lantai 2, kami bertemu dengan Pengasuh dan Ustad Pesantren Al Qur’an Falah. Kami bertemu, salah seorang penyusun tilawati, sekaligus pengasuh Nurul Falah, KH. Ali Muaffa. Juga beberapa Ustad –yang kemudian kami mengerti nama beliau- Ustad Hary dan Ustad Toha.

Saya terkesan dengan keramahan keluarga besar Pesantren Al Qur’an Nurul Falah, bahkan sejak kali berada Nurul Falah. Dengan grapyak, Kiai Ali, Ustad Hari dan Ustad Toha mengajak kami bicara. Menanyakan perjalanan, hingga mengantar kami ke tempat menginap.

Tampak benar, Nurul Falah berusaha menyambut tamu dengan sebaik-baiknya. Membawa perintah Kanjeng Nabi ikromud dhoif ditataran praktek.

Tiba ditempat menginap, kami bersih-bersih dan berganti baju. Terlintas kemudian niat untuk mencari sekadar makan. Maklum 8 jam duduk di kereta sudah cukup membuat perut ini keroncongan. Nah ini dia. Baru saja  kami hendak mencari makan siang, seorang santri Nurul Falah, Mas Shobirin mengantar 2 bungkus nasi pada kami.

Padahal, menurut jadwal, kegiatan diklat baru dibuka jum’at malam. Kendati begitu, Nurul Falah siap menyambut peserta diklat yang sudah keburu datang. Ya, itu kami. Peserta diklat asal Wonosobo yang gasiken, sehari sebelum acara dibuka sudah tiba di tempat.

Tak hanya paling awal datang. Saya dan Kang Subhan juga menjadi bagian dari peserta yang paling akhir pulang usai diklat. Secara resmi diklat standarisasi guru Al Qur’an metode Tilawati ditutup ahad sore, dan kami baru meninggalkan Nurul Falah senin pagi.

Kesan Mendalam

Banyak kesan mendalam tergurat di Nurul Falah. Salah satunya tentang kerendah hatian ketua Yayasan, Pengasuh dan Ustad Pesantren ini. Selama diklat, saya dan peserta diklat lain seolah berdiri sama tinggi, juga duduk sama rendah dengan keluarga besar Nurul Falah.

Saat di Nurul Falah, kami terbiasa makan bersama secara lesehan di teras Pesantren. Sesi makan ini digunakan Pengasuh dan Ustad Nurul Falah untuk kian mengenal peserta Diklat. Seolah tiada sekat. Dalam waktu singkat, peserta diklat bisa berbaur dan mengenal lebih dekat dengan Pengasuh dan Ustad Pesantren Al Qur’an Nurul Falah.

Selain kerendah hatian, ada hal kentara di Nurul Falah, soal ketepatan waktu. Terutama menyangkut sholat 5 waktu. Pesantren ini nampak benar berupaya mendisiplinkan pelaksanaan sholat di awal waktu. Begitu masuk waktu sholat, adzan langsung dikumandangkan. Puji-pujian dilantankun, lalu barang sejenak, iqomat diperdengarkan.

Selama diklat berlangsung, Imam sholat maktubah dijadwal. Bergantian.

Masih banyak kesan lain di Nurul Falah, InsyaAllah tercatat di catatan berikutnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *