Keberanian Ali Bin Abi Thalib

Pada perang Khandaq, kaum muslimin membuat parit di sekeliling kota Madinah atas usulan Salman Al Farisi. Model pertahanan seperti ini merupakan bentuk yang pertama kali dikenal di Jazirah Arab. Pasukan gabungan di bawah pimpinan Abu Sufyan terkejut dengan sistem pertahanan umat Islam. Mereka hanya mengepung kota Madinah. Pasukan kafir tidak berani menyeberangi parit itu, kecuali pasukan Amru bin Abdu Wud yang  berhasil menemukan galian parit yang dangkal.

Ia bersama beberapa orang pasukan berkuda menyeberang ke barisan kaum muslimin. Amru berteriak “ Siapa berani menghadapiku ? katanya kalau kalian mati dalam perang akan masuk surga, sedangkan kami masuk neraka ? siapa yang ingin segera masuk surga lawanlah aku. Aku sudah haus neraka !Hayo siapa berani ?”

“ Saya akan melawanmu “ Jawab Ali. Rasulullah menahan Ali. Ketika Amru menantang ulang. Ali kembali menjawab. “ Aku siap menghadapimu !”

Rasulullah masih menahan Ali sambil menyatakan. “ Itu Amru !” maksudnya mengingatkan akan keperkasaan Amru. Ketika tantangan ketiga diajukan, Ali kukuh dengan jawaban, “ Saya siap menghadapi, wahai Amru “ ia diizinkan Rasulullah

Melihat Ali, Amru berseloroh sombong “ Wahai Ali, bukankah masih banyak paman-pamanmu yang perkasa ? saya tak sampai hati membunuhmu !”

Ali menjawab tegas, “ Aku ingin membunuhmu !” Mendengar jawaban dari Ali, Amru marah. Perang tanding pun terjadi, ternyata ali Menang, Amru bin Wud tewas.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *