Kasih Sayang Rasulullah Saw

Satu waktu, Rasulullah pergi berdakwah ke kota Thaif. Sebuah kota yang sejuk. Tepat di tenggara kota Makkah. Rasulullah ditemani Zaid bin Haritsah. Berada di Thaif, bukan sambutan baik yang Rasulullah dapat, melainkan penolakan penduduk Thaif atas dakwah beliau. Bahkan Rasulullah sempat dilempari batu, disoraki. Juga dicaci maki sepanjang jalan. Rasulullah dan Zaid menderita luka-luka karena lemparan batu penduduk Thaif.

Rasulullah meminta perlindungan kepada Ibnu Abdi Yalail, orang terkemuka di Thaif. Namun Ibnu Abdi Yalail malah mengusirnya.

Rasulullah sangat sedih. Dalam perjalanan pulang ke Mekah, beliau menengadahkan ke langit. Tiba-tiba awan bergumpal muncul di langit. Awan itu menaungi Rasulullah dari teriknya matahari. Di salah satu gumpalan awan ada Malaikat Jibril memanggil-manggil Rasulullah.

“ Allah Swt mengetahui apa yang dilakukan kaummu terhadapmu. Mengetahui penolakan mereka terhadap ajakanmu untuk berimana kepada Allah. Allah mengirimkan kepadamu Malakul Jibal (malaikat penjaga gunung). Ia siap melaksanakan apa saja yang Engkau perintahkan untuk membalas orang-orang yang menghina dan menyerangmu”

Kemudian, datanglah Malakul Jibal.

“ Hai, Muhammad !” seru Malakul Jibal. “ Allah mendengar apa yang dikatakan kaummu kepadamu. Aku malakul Jibal. Allah mengirimku kepadamu untuk melaksanakan apa saja yang kamu perintahkan. Jika kau menghendaki, akan kutumpas orang-orang yang memusuhimu dengam menimpakan gunung-gunng kepada mereka”

Ditawari hal demikian, lantas apa jawaban Rasulullah.

“ Aku hanya berharap mereka melahirkan keturunan yang beriman kepada Allah dan tidak menyukutukan-Nya dengan apa pun” kata Rasulullah kepada Malakul Jibal dan Malakait Jibril.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *