Karakter Orang Beruntung

Sibuk memang tak bisa dihindari. Selesai ini, muncul itu, rampung ini datang itu. Begitu dan begitu seterusnya. Dan begitulah memang sunnatullah berbicara.

Tinggal pilih saja, kita yang menentukan, mau tenggelam dalam sibuk yang sekedar sibuk, atau sibuk yang penuh manfaat.

Logikanya sih, kita angkat tangan buat pilihan yang kedua. Tentu saja dong, kita milih sibuk yang bermanfaat. Fiddini waddunya wal akhirah. Bermanfaat bagi agama, dunia dan akhirat.

Ya, ya ya. Boleh saja jam yang nempel di dinding itu terus berdetak, berlalu, asal amal-amal kebajikan juga selalu menghiasai diri.

Menghabiskan waktu melakukan hal-hal bermanfaat adalah karakter utama orang yang bakal beruntung.

Perihal karakter orang beruntung ini, Imam Yahya bin Mu’adz Al Razi (wafat 258 H) memberi definisi. Bahwa, paling tidak ada tiga ciri atawa karakter orang beruntung itu :

1. Orang yang meninggalkan dunia, sebelum dunia meninggalkannya.

Yakni dengan memperbanyak amal kebajikan, serta menggunakan harta yang dimiliki buat kebaikan. Wong harta benda itu ngak bakalan dibawa mati sepeser pun kan ?. Jadi buat apa menimbun tinggi-tinggi harta kalau hanya untuk pajangan. Meninggalkan dunia, berarti juga meninggalkan sifat terlalu cinta pada dunia.

2. Orang yang membangun kuburannya sebelum ia memasukinya. Kalau kita sudah tahu kalau tempat kembali kita bukan dimana-mana, melainkan kuburan nanti. Ya pumping masih diberi nikmat bernafas nih, kita bangun lumbung amal kebaikan sebanyak mungkin, buat bekal masuk kesana.

3. Dan ciri yang terakhir adalah, Orang yang membuat Ridha Tuhannya, sebelum bertemu dengan-Nya. Terus berusaha meraih Ridho Tuhan dengan mengerjakan tiap perintah dan meninggalkan segala larangan-Nya.

Moga saja, kita selalu diberi motivasi dan kekuatan untuk terus memperbaiki diri, amiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *