Golongan Yang Buruk

Saat itu, para sahabat sedang berada di rumah Rasulullah. Dalam majelis seperti itu, para sahabat sering mendengar nasehat-nasehat Rasulullah. Kadang kala, para sahabat juga bertanya tentang hal-hal yang belum mereka pahami,

“ Ya Rasulullah, kami ingin mengetahui tentang hal-hal yang mulia dan hal-hal yang buruk” kata salah seorang sahabat.

“Hal-hal yang mulia ? duduk yang mulia adalah menghadap adalah menghadap ke kiblat. Manusia yang paling mulia adalah yang paling bertakwa kepada Allah. Siapa yang ingin menjadi manusia yang kuat, hendaklah bertawakkal kepada Allah. Siapa yang menjadi manusia yang paling kaya, hendaklah ia yakin bahwa yang ada di tangan Allah itu lebih daripada yang ada ditangannya” kata Rasulullah panjang lebar.

“ Kalau hal-hal yang buruk?”

“Hal-hal yang buruk adalah orang yang tinggal sendirian, tidak senang dengan orang yang berkunjung ke rumahnya, dan suka menyiksa pembantunya. Apa kalian tahu orang yang lebih buruk lagi ?”

“ Tidak ya Rasulullah”

“Mereka adalah orang yang tidak pernah berbuat baik dan orang lain tidak aman dari keburukannya. Namun, ada yang lebih buruk lagi dari pada itu “

“ Apa yang lebih buruk lagi, ya Rasulullah?”

“ Orang yang benci kepada manusia, dan manusia membencinya”
Para sahabat merenungkan ucapan Rasulullah itu beruntunglah tidak termasuk golongan orang-orang yang buruk seperti yang telah dijelaskan Rasulullah

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *