Gelar Assiddiq

Usai terjadi Isra Mikraj, Rasulullah pertama kali menceritakannya kepada Hindun binti Abi Thalib. Mendengar cerita Rasulullah, Ummu Hani’ ( nama lain Hindun) memesankan agar kejadian itu tak diceritakan kepada yang lain lain. Ia takut kalau orang-orang akan mendustakan dan memperolok Nabi.

Nabi menyatakan bahwa itu harus disampaikan pada Umat, karena salah satu tugas beliau memang menyampaikan. Apalagi dalam peristiwa itu terdapat perintah shalat wajib lima waktu. Ketika beliau menceritakan peristiwa itu kepada masyarakat, sebagian mempercayai dan sebagian lagi mendustakan. Orang-orang kafir menjadikan peristiwa itu sebagai kesempatan untuk menggoyangkan iman kaum musliminn.

Mereka berkata “ Hai Abu Bakar ! temanmu mengatakan bahwa tadi malam ia pergi ke Baitul Maqdis, kemudian naik ke langit, sekarang sudah berada kembali di Mekkah. Apakah kamu mempercayai cerita temanmu itu?”

Abu Bakar balik bertanya “ Siapa yang menceritakan yang demikian itu ?”
Meneraka menegaskan “ Muhammad , teman dekatmu itu !”

Abu Bakar “ Kalau benar dia mengatakan yang demikian saya membernarkannya ! bahkan yang lebih aneh dari itupun, pasti saya benarkan juga “

Mendengar jawaban yang demikian tegas dari Abu Bakar, kecewalah kafir Qurasiy. Sebaliknya , kaum muslimin yang semula ragu, menjadi tenang kembali. Sejak itulah gelar Ash Siddiq melekat di belakang nama Abu Bakar.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *