Erwin, Si Pemilik Semangat Menggebu

Namanya Erwin. Siswa lulusan Madrasah tahun lalu. Dalam banyak hal, Erwin membuat saya terkesan. Dia anak yang tak mudah menyerah. Semangat belajar Erwin amat menggebu.

Saat Erwin kelas lima, ia terpilih untuk ikut lomba pidato bahasa Inggris. Dan saya, kebetulan menjadi pembimbing lomba baginya. Dari sinilah, kisah ini dimulai.

Di kelas, Erwin  terbilang lebih senang diam.  Dia hanya nampak sesekali mengobrol dengan teman sebangkunya, Sofyan.  Kala pembelajaran berlangsung, Erwin berupaya untuk berkonsentrasi. Dia mencermati tiap penjelasan yang diberikan guru.

Tentang Erwin dan Sofyan. Keduanya memang  akrab. Keakraban itu tak hanya terjalin di kelas. Diluar kelas, saya  kerap melihat keduanya tengah bermain bersama. Berdasar tempat tinggal, rumah Erwin dan Sofyan pun tak berjauhan. Boleh dikata, dekat.

Di Madrasah, Erwin dan Sofyan sering mengikuti kegiatan bersama. Terkecuali untuk kegiatan ekstrakulikuler. Kedua sahabat ini, ternyata punya minat tak sama. Sofyan memilih cerdas cermat aswaja sebagai kegiatan di luar jam kelasnya. Sedang, Erwin memilih pidato bahasa Inggris.

Pemilik Semangat Menggebu

DSCN0403
Erwin, saat tampil di lomba Pidato Bahasa Inggris

Sebenarnya, sudah cukup lama saya ingin mencatat kisah Erwin di blog ini. Bagi saya, kisah Erwin memuat pesan dan kesan tersendiri.

Seperti sudah disebut sebelumnya, Erwin memilih ekstra pidato bahasa Inggris. Seminggu sekali selepas pulang sekolah, dia mengikuti kegiatan ekstra ini. Bersama Erwin, di kegiatan ekstra ini ada beberapa siswa lain. Ada Agil, Diana dan Lulu’.

Bagi orang yang tak terbiasa melafalkan bahasa Inggris, melafalkan  pidato bahasa Inggris tak bisa dibilang mudah. Termasuk bagi saya. Background pendidikan bahasa Inggris saya pas-pasan. Untuk membacakan teks pidato Inggris secara benar, saya bolak-balik membuka kamus.

Untuk memudahkan siswa dalam berlatih, saya kemudian menuliskan cara baca teks bahasa Inggris dalam lembaran kertas. Teks  cara inilah kemudian saya copy dan saya berikan pada siswa untuk dirapal, termasuk pada Erwin.

Erwin menerima dua lembar teks baca pidato Inggrisnya. Agar tak mudah hilang dan rusak, Ia bahkan melaminating teks itu.

Jika tak salah ingat, ekstra bahasa Inggris ketika itu dilaksanakan tiap Rabu siang. Anak-anak peserta ekstra pidato ini, saya minta untuk berangkat. Diantara beberapa siswa, Erwin menjadi yang paling rajin hadir. Sedari awal ekstra dimulai, Ia sudah bertekad untuk menyelesaikan hafalan pidato Inggrisnya. Ia punya niat kuat untuk ikut lomba.

Bersambung dulu ya, mau garap DRPP BOS ^_^

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *