Bismillah, Mulai Jadi Penulis

BISMILLAH. Saya niati catatan ini jadi pembuka. Semoga tak bersicepat menutup. Tapi membuka dan membuka, bertumbuh, terus berkembang.

Usai bersepi menulis relatif ┬álama. Entah, saya kembali menemukan alasan buat kembali bersemangat. Usai berkubang dalam lumpur “kurang percaya diri”, entah, saya merasa dirasuki rasa yakin, InsyaAllah saya benar bisa jadi penulis produktif. InsyaAllah.

Dulu, semangat menulis saya runtuh perlahan, kala berulang kali ikut kontes blog, dan terus berujung gagal. Tak cuma sekali dua, saya daftarkan tulisan kontes, dan pahit, semua kandas dibabak penjurian.

Selepas itu, saya dihinggapi rasa sungkan menulis.

Padahal sedari dulu, saya berharap ladang rejeki saya berlewat menulis. Pendapatan utama saya, pekerjaan saya seorang penulis. Begitu idaman saya. Saya terus berharap, tanpa mau berupaya lebih. Ibarat seorang pungguk yang merindukan bulan.

Saya bermimpi punya karya. Tapi enggan bangun untuk mewujudkan mimpi itu. Terus bermimpi dalam tidur. Terus tersenyum dalam mimpi.

Bismillah. Saya kembali. Semoga semangat ini tak semu. Terus ada, tumbuh dan berkembang dikemudian hari. Di sisa libur sekolah ini, saya bertekad mencetak buku pertama saya, ikut dalam beberapa kontes blog, juga menjadi blogger yang istikamah dikemudian hari. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *