Antara Wonosobo dan Dieng

Meski dikenal pegunungan, Wonosobo tak sedingin dulu. Dulu, dingin bagi Wonosobo ibarat selimut  di malam dan pagi. Untuk mengusir dingin, tempoe doeloe orang melakukan garang. Yakni menghangatkan badan di dekat tungku api. Sembari jongkok, kedua telapak tangan dihadapkan dekat api. Lalu saling diusap kakan kiri. Ada juga yang mengusap ke pipi.

Konon, karena dingin, penjual yang terlaris di Wonosobo adalah penjual makanan. Sebabnya, makanan bisa membuat hangat badan. Rata-rata warga kota ini, mengamalkan anjuran dinas kesehatan untuk 3 kali makan dalam sehari.

Wonosobo kian booming hari ini. Melejitnya wisata sunrise bukit Sikunir dan Gunung Prahu, mendongkrak benar pariwisata Wonosobo. Jalan arah Dieng, kini tak sepi dari kendaraan wisata. Plat-plat luar kota Wonosobo bersliweran. Lebih-lebih di akhir pekan.

Padatnya arus wisata ini, mengakrabkan warga Dieng dengan macet. Macet tak selalu membawa rasa bosan. Macet dieng justru membawa berkah tersendiri. Macet malah jadi jalan rejeki bagi sebagian orang. Saat macet, ada kopi yang diseduh, ada harum-harum popmie. Banyak warga Dieng menyulap rumahnya jadi warung jajanan serba ada.

Ramainya Dieng, nampak jelas menaikkan pendapatan sebagian warga Wonosobo. Kini, hitung saja jumlah toko oleh-oleh, toko perlengkapan naik gunung, warung hingga restaurant. Saking banyaknya. Semua berdiri di sepanjang jalan menyambut wisatawan lokal dan manca.

Oleh-oleh khas Wonosobo juga makin diburu. Warung mie ongklok kian sesak pengunjung. Buah khas dieng ‘carica’ laris manis. Permintaan carica melonjak tajam. Melihat peluang ini, orang-orang Dieng berlomba menanam carica. Tak sedikit pula yang mendirikan pabrik pengolah pepaya dieng ini.

Mungkin, hari ini wisata Dieng tengah di puncak jayanya. Jumlah wisatawan Dieng membanjir. Datang tanpa berhenti. Dieng telah menjadi spot wisata skala nasional. Mungkin juga internasional.

Peran media sosial sebagai ajang promosi terasa betul. Ketika ada seorang wisatawan berkunjung, berfoto, menggunggah foto ke medsos, banyak yang lihat, akhirnya menarik lainnya melancong ke Dieng.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *